adalah sebuah fase di mana itu memang akan terjadi, di mana itu akan dialami, dirasakan dan mungkin harus dinikmati. Mau hitungan detik, menit, jam, hari, bulan atau tahun sekalipun. Setiap tahap akan dimiliki dan manusia pasti mengalami saat-saat bertemu, hingga berpisah.
Saat-saat tertawa, saat-saat
sedih
Saatnya diatas, saatnya dibawah
Saatnya mencintai, saatnya dicintai
Saatnya disakiti, saatnya menyakiti
Saatnya membenci, saatnya egois
Saatnya jahat, saatnya baik
Saatnya untuk sehat, saatnya untuk sakit
Saatnya bosan, saatnya senang
Saatnya untuk melepas, saatnya untuk bertahan
Saatnya untuk curiga, saatnya untuk jujur bahkan berbohong
Saatnya kita lupa dan saatnya kita ingat
Dalam kehidupan banyak yang akan saya, dia, kamu bahkan mereka rasakan...
Saya berpikir, setiap saat yang saya alami memang tidak begitu saja bisa saya, dia, kamu bahkan mereka terima bila tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Namun, setelah saat-saat itu datang terus menerus silih berganti, sayapun berpikir, mungkin memang semua yang terjadi itu ada saatnya.
Saat di mana kita kan belajar menjadi orang yang bijaksana (walaupun terkadang sulit), namun keadaan saat menuntut kita untuk itu. *mungkin hanya pikiran saya.
bijaksana..... yah, tepat. Kata bijaksana paling tepat untuk melebur rasa saat ini.
Semua saat yang ada bisa kita jadikan hal yang baik dengan si bijaksana ini.
Ntah apa yang ada pada isi kepala saya malam ini, tiba2 terlintas banyak saat, saat, dan saat...
Apa ini hanya karena saya tidak bisa tertidur dan berpikir yang tidak tidak ya?? Beberapa hari saya lalui di kota ini, membuat saya banyak berpikir akan saat-saat ini, mungkin sudah ada sejak lama bergelut di otak saya, namun, saya baru sadar saat ini kalau kita memang harus bijaksana..
Saya merasa sekali, saat pertama menginjakkan kaki di jogja, apakah saya akan betah, apakah saya akan senang, apakah saya akan sehat, apakah saya akan berada disaat-saat yang saya tidak inginkan... namun, semua saya alami, hampir semua saat dan situasi yang tidak saya bayangkan akhirnya saya bisa lalui hingga hampir dua bulan.
Awalnya setiap saat yang saya alami, saya selalu mengeluh dan mengeluh.. dan fatalnya ada saat dimana saya marah namun tidak bisa saya torehkan kepada siapapun kemarahan itu... dan di face ini saya akhirnya berpikir, mungkin ini, dimana ada saatnya kita berpikir bagaimana kelanjutannya nanti si saat ini seperti saat bila bla bla bla.....
sudah tidak jelas isi pikiran saya tentang saat.. abstrak!
namun, saya pasti akan merindukan kota ini. kota dimana saya bisa yakin dengan pikiran saya soal 'saat'....
(jogja, 23-10-09)
Saatnya diatas, saatnya dibawah
Saatnya mencintai, saatnya dicintai
Saatnya disakiti, saatnya menyakiti
Saatnya membenci, saatnya egois
Saatnya jahat, saatnya baik
Saatnya untuk sehat, saatnya untuk sakit
Saatnya bosan, saatnya senang
Saatnya untuk melepas, saatnya untuk bertahan
Saatnya untuk curiga, saatnya untuk jujur bahkan berbohong
Saatnya kita lupa dan saatnya kita ingat
Dalam kehidupan banyak yang akan saya, dia, kamu bahkan mereka rasakan...
Saya berpikir, setiap saat yang saya alami memang tidak begitu saja bisa saya, dia, kamu bahkan mereka terima bila tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Namun, setelah saat-saat itu datang terus menerus silih berganti, sayapun berpikir, mungkin memang semua yang terjadi itu ada saatnya.
Saat di mana kita kan belajar menjadi orang yang bijaksana (walaupun terkadang sulit), namun keadaan saat menuntut kita untuk itu. *mungkin hanya pikiran saya.
bijaksana..... yah, tepat. Kata bijaksana paling tepat untuk melebur rasa saat ini.
Semua saat yang ada bisa kita jadikan hal yang baik dengan si bijaksana ini.
Ntah apa yang ada pada isi kepala saya malam ini, tiba2 terlintas banyak saat, saat, dan saat...
Apa ini hanya karena saya tidak bisa tertidur dan berpikir yang tidak tidak ya?? Beberapa hari saya lalui di kota ini, membuat saya banyak berpikir akan saat-saat ini, mungkin sudah ada sejak lama bergelut di otak saya, namun, saya baru sadar saat ini kalau kita memang harus bijaksana..
Saya merasa sekali, saat pertama menginjakkan kaki di jogja, apakah saya akan betah, apakah saya akan senang, apakah saya akan sehat, apakah saya akan berada disaat-saat yang saya tidak inginkan... namun, semua saya alami, hampir semua saat dan situasi yang tidak saya bayangkan akhirnya saya bisa lalui hingga hampir dua bulan.
Awalnya setiap saat yang saya alami, saya selalu mengeluh dan mengeluh.. dan fatalnya ada saat dimana saya marah namun tidak bisa saya torehkan kepada siapapun kemarahan itu... dan di face ini saya akhirnya berpikir, mungkin ini, dimana ada saatnya kita berpikir bagaimana kelanjutannya nanti si saat ini seperti saat bila bla bla bla.....
sudah tidak jelas isi pikiran saya tentang saat.. abstrak!
namun, saya pasti akan merindukan kota ini. kota dimana saya bisa yakin dengan pikiran saya soal 'saat'....
(jogja, 23-10-09)






