Minggu, 11 Desember 2011

Semua Ada Saatnya

Setiap apa yang saya, dia, kamu, mereka, dan semua lakukan atau terjadi 
adalah sebuah fase di mana itu memang akan terjadi, di mana itu akan dialami, dirasakan dan mungkin harus dinikmati. Mau hitungan detik, menit, jam, hari, bulan atau tahun sekalipun. Setiap tahap akan dimiliki dan manusia pasti mengalami saat-saat bertemu, hingga  berpisah.

Saat-saat tertawa, saat-saat sedih
Saatnya diatas, saatnya dibawah
Saatnya mencintai, saatnya dicintai
Saatnya disakiti, saatnya menyakiti
Saatnya membenci, saatnya egois
Saatnya jahat, saatnya baik
Saatnya untuk sehat, saatnya untuk sakit
Saatnya bosan, saatnya senang
Saatnya untuk melepas, saatnya untuk bertahan
Saatnya untuk curiga, saatnya untuk jujur bahkan berbohong
Saatnya kita lupa dan saatnya kita ingat
Dalam kehidupan banyak yang akan saya, dia, kamu bahkan mereka rasakan...

Saya berpikir, setiap saat yang saya alami memang tidak begitu saja bisa saya, dia, kamu bahkan mereka terima bila tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Namun, setelah saat-saat itu datang terus menerus silih berganti, sayapun berpikir, mungkin memang semua yang terjadi itu ada saatnya. 


Saat di mana kita kan belajar menjadi orang yang bijaksana (walaupun terkadang sulit), namun keadaan saat menuntut kita untuk itu. *mungkin hanya pikiran saya.
bijaksana..... yah, tepat. Kata bijaksana paling tepat untuk melebur rasa saat ini.
Semua saat yang ada bisa kita jadikan hal yang baik dengan si bijaksana ini.
Ntah apa yang ada pada isi kepala saya malam ini, tiba2 terlintas banyak saat, saat, dan saat... 


Apa ini hanya karena saya tidak bisa tertidur dan berpikir yang tidak tidak ya?? Beberapa hari saya lalui di kota ini, membuat saya banyak berpikir akan saat-saat ini, mungkin sudah ada sejak lama bergelut di otak saya, namun, saya baru sadar saat ini kalau kita memang harus bijaksana..

Saya merasa sekali, saat pertama menginjakkan kaki di jogja, apakah saya akan betah, apakah saya akan senang, apakah saya akan sehat, apakah saya akan berada disaat-saat yang saya tidak inginkan... namun, semua saya alami, hampir semua saat dan situasi yang tidak saya bayangkan akhirnya saya bisa lalui hingga hampir dua bulan.


Awalnya setiap saat yang saya alami, saya selalu mengeluh dan mengeluh.. dan fatalnya ada saat dimana saya marah namun tidak bisa saya torehkan kepada siapapun kemarahan itu... dan di face ini saya akhirnya berpikir, mungkin ini, dimana ada saatnya kita berpikir bagaimana kelanjutannya nanti si saat ini seperti saat bila bla bla bla.....


sudah tidak jelas isi pikiran saya tentang saat.. abstrak!
namun, saya pasti akan merindukan kota ini. kota dimana saya bisa yakin dengan pikiran saya soal 'saat'....


(jogja, 23-10-09)




Sabtu, 26 November 2011

Mari Merantau

merantau...

Banyak hal dan ilmu yang bisa dipetik dari sebuah perantauan. Juga manfaat dari berbagai lini sebuah kehidupan 'merantau'. Mulai dari persahabatan, keluarga baru yang lebih dekat, macam-macam lingkungan yang dihadapi, hingga dunia yang awalnya kita sama sekali tidak tahu. 

Lebih penting lagi, kita lebih paham dengan apa yang namanya problematika kehidupan. itu semua bisa di dapat di 'rantau'. Satu kata namun memiliki seribu bahkan miliaran arti yang mendalam. Seperti apa yang ada di novel terinspirasi kisah nyata ini.

Sepenggal syair yang tertulis: 




"orang pandai dan beradap 
tidak akan diam di kampung halaman.

Tinggalkan negerimu 
dan merantaulah ke negeri orang.
Merantaulah, 
 kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan.
Berlelah-lelahlah, 
 manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang"

By: "Negeri 5 Menara" 






---Me---

Senin, 07 November 2011

Sepi dan Mati

Tentang sepi dan mati


Pedih itu sepi,
Seperti mati.
Walau sebenarnya
tidak seperti itu.
Namun, dalam ramai
Ketika sunyi itu di benci.

Kita pernah sama-sama.
Dalam derap yang lama,
Yang memaksa kita
Satu untuk semua.
yahh.. satu untuk semua.

Meski ingin rasanya sejati
Adalah setiap diri.
Yah. Sejati!
Berdiri seakan penuh arti
Seakan saling mengisi
Namun nyatanya tak seperti itu

Kini biar mimpi yg ada itU punah
Dan temukan jalannya yg berbeda
Saling genggam tangan
Tanpa ada saling terkam

Semua datang memang dari kita
Memang terlahir beda!
Dan akan tetap berbeda.
BerbeDa.. Berbeda.. Dan berbeda!




---Me---

Sabtu, 16 Juli 2011

Just Me

.aku.


Aku mengenal pria itu, 

dan ketika aku dapat mengenalnya.
Ketika aku masih memiliki mata di kepalaku,
Ketika aku msh mempunyai suara di tenggorokanku,
Aku mencarinya di antara batU-batu, 

pohon-pohon dan apapun disekitarku saat itu.. 

akupun katakan padanya,
Dgn menekankan lengannya yg belum menjadi abu:
'Semuanya akan berlalu, aku akan tetap hidup. 


Kau menyalakan api bg kehidupan. Kau menciptakan apa yg kau miliki'
Maka jangan biarkan ada yang gelisah 


ketika aku nampak sendirian padahal aku tidak sendirian
Aku tak berkawan dan aku berbicara pada semua orang.
Seseorang mendengarkanku tanpa mengetahuinya.
Namun, 

mereka yang kunyanyikan, 
meraka yang kukenal, 
terus dilahirkan dan akan terus membanjiri dunia..^.^





---Me---



Kamis, 11 November 2010

Bebas Bertanggung Jawab

life freedom


Saya... Tidak pernah bermimpi dan berharap diberi kebebasan yg saya dapat sekarang ini..
Dulu, jika diingat lagi saya seorang anak rumahan yg punya batas waktu pergi keluar ruma.. Keluar atau sekedar main. keluar rumah hanya untuk sekolah dan les, selebihnya butuh banyak izin ini itu bla bla bla and bla (mmm.. bisa dibilang sy paku rumah) hehe :).

TAPI. Itu dulu. Jaman sy msh abg (kata orang tua saya) dimana masih labil-labilnya. padahal saya pikir, sekarangpun masih suka labil hihihihii.
SEKARANG. mungkin BESOK, Kebebasan itu akan ada dalam hidup saya. forever. 

Kebebasan yg telah diberikan mereka (baca: orang tua), menjadikan saya lebih bisa memaknai hidup dan kehidupan. Terutama hidup saya!

Bertemu dengan banyak orang dalam keadaan apapun dan mengenal hingga harus menghargainya.
Mengenal banyak kepribadian, mulai sikap,sifat,budaya dll.
Mengalami berbagai macam masalah ini itu, diluar apa yang saya bayangkan soal kehidupan  sampai dapat menyelesaikannya sendiri dgn pikiran sendiri tentunya.
INI semua mulai dan akan membentuk karakter saya untuk menjadikan pola pikir saya yg lebih bebas, lebih terbuka serta melihat apapun dr berbagai sudut pandang, lebih baik dan lebih kuat, TENTUNYA.
Saya sangat beruntung mempunyai keluarga yg memberikan kebebasan pada saya. Bukan berarti mereka orang tua yg tidak perhatian tapi menurut saya mereka sangat sangat perhatian dan ingin saya mandiri :).

Kebebasan yg saya dapat, membuat banyak warna dalam hidup saya..
Kebebasan yg diberikan mereka, adalah suatu kepercayaan buat saya, kalau saya bisa menjalaninya.

Buat kalian yg diberi kebebasan, apapun itu bentuknya..
Itu suatu kepercayaan dari orang2 yg sayang pada kalian.. Karena mereka ingin, kita bisa mengetahui, menjalani atau melakukan pilihan hidup yg kita mau..
Jadi, jagalah kepercayaan yg mereka berikan itu..


Thanx to mama..
Terima kasih untuk semuanya..
















---Me---

Rabu, 14 Juli 2010

Satu Kata....

R.I.N.D.U



fuuuuuuuuuuhhh *hembusan nafas yang panjang*

-----------

disini ada perasaan yang sangat menyayat setiap kali menatap selembar demi selembar foto-foto itu dan ada pula perasaan terpenggal. terpenggal satu demi satu.
apa yang aku rasakan hanya sekedar rasa rindu yang tidak bisa diungkapkan, direalisasikan, bahkan hanya untuk memegangnya. tidak bisa.

aku rindu bercengkrama, aku rindu bernyanyi bersama, aku rindu berkeliling kota dengan kerlip lampu malam yang indah, aku rindu canda dan ceritanya. aku rindu

tawanya kini perlahan-lahan mulai lenyap dari ingatanku, tidak hanya itu wujudnya pun sulit kugapai, mesti kugali, kutelusuri, itu pun belum tentu kudapati dan kutemui seperti waktu itu... yah seperti waktu itu. sampai kapan harus menunggu semua kembali (sulit rasanya).
seperti malam ini yang sepi, ntah mengapa rindu pada semua itu..

seperti air yang mengalir terlampau deras. mungkin deras sekali. bahkan derasnya bila disentuh membuat kulit ini perih terhempas.. tembok kokoh pun (mungkin) tak mampu mengalahkan derasnya air.
terlalu besar. terlalu kencang. terlalu kuat. terlalu banyak. terlalu sakit. terlalu deras, hingga menggenangi.
menggenangi sampai banjir dan membuat terhanyut.

yah.. aku tidak boleh sampai terbawa arus derasnya air ini.
sesakit apapun air ini, sekuat apapun, sederas apapun, dan sekencang apapun.. aku tidak boleh terbawa!!
aku harus bergegas membenahi ini. pasti aku benahi. aku janji.
janji pada diriku.







---------- end---------



Rabu, 23 Juni 2010

Selayang Pandang Dieng

Surga Tersembunyi di Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.

Udara sejuk, lingkungan asri, dan masyarakat yang ramah membuat Wonosobo semakin mempesona. Wonosobo adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, dimana kondisi fisik yang berbukit dengan lembah yang curam, sungai berbatu mengalir air yang jernih dan bersih, pegunungan-pegunungan dengan panoramanya yang indah. Wonosobo beriklim sejuk dan masih sangat hijau, kota ini sangat cocok untuk memenuhi kerinduan akan suasana yang tenang dan alami.

Wonosobo memiliki dataran tinggi  Dieng, dimana dari kota Wonosobo hanya memerlukan satu jam untuk sampai ke dataran tinggi dieng. Jalan menuju ke Dieng menanjak dan berkelok-kelok, namun selama perjalanan mata saya dimanjakan oleh hijaunya pepohonan dan dihadapkan dengan dua gunung yang gagah yaitu gunung Perahu dan disebelah kanan ada gunung Sindoro. 





Nama “Dieng” berasal dari gabungan dua kata dalam bahasa Sansekerta, yaitu “di” yang berarti “gunung” dan “hyang” dari kata “khayangan”, yang artinya “tempat tinggal para dewa dan dewi”. Bila digabungkan, nama “dieng” berarti “pegunungan tempat tinggal para dewa dan dewi”. Tapi ada sumber lain yang menyebutkan, “Dieng” berasal dari kata dalam bahasa Jawa, yaitu “edi” yang berarti indah atau cantik dan “aeng” yang berarti aneh. Jadi “dieng” berarti “tempat yang indah dan punya keanehan.
Sekitar setengah jam perjalanan, setelah melewati pasar Kejajar Dieng saya berhenti di 15 persen. 15 persen ini mirip dengan puncak, namun ntah kenapa diberi nama 15 persen, kata penduduk sekitar, jalannya menjulang nyaris tegak.

Disini saya bisa melihat pemadangan kebun kentang yang terkenal dengan sebutan kendi (kentang dieng). Di Dataran Tinggi Dieng para petani mengadakan sistem perairan sendiri untuk tanaman kentangnya, disepanjang jalan kita akan melihat pipa-pipa air yang melintasi lahan kentang. Selain pipa-pipa air, kita juga akan sering melihat pipa uap/steam untuk listrik yang diambil dari kawah-kawah yang banyak tersedia di Dieng.





Dataran tinggi dieng ini disebut Dieng Plateu yang terletak pada ketinggian 2100 m di atas permukaan laut. Tempat ini menawarkan keindahan alam serta hawa dingin pegunungan. Tidak heran jika suhu udara di daerah ini berkisar antara 15-10 Celcius. Bahkan, bila Anda berkunjung pada musim kemarau suhunya bisa mencapai 5° Celcius. 

Dataran tinggi dieng memiliki banyak kota wisata, antaranya ada telaga warna, kawah dan candi.  Disebut Telaga Warna karena memiliki keunikan tersendiri berkaitan dengan warna telaga. Telaga ini terkadang berwarna hijau dan kuning, biru dan kuning, atau berwarna-warni mirip pelangi. Variasi warna ini dipengaruhi cuaca, waktu dan tempat kita melihatnya.

Untungnya saat saya melihat telaga warna ini cuaca sedang bagus-bagusnya, jadi timbul beberapa warna, seperti hijau dan kuning, serta biru dan kuning. Seru sekali bisa melihat gradasi warna dalam telaga. Menikmati telaga warna sambil bersantai, kita juga dapat menghirup udara segar yang datang dari pegunungan disekitarnya dan ditemani dengan birunya langit. Hmmmm indahnya dunia ini >.<




Menurut masyarakat setempat, ada suatu kisah yang menyebabkan warna danau alias telaga ini berwarna-warni. Konon, dahulu cincin milik bangsawan setempat yang bertuah terjatuh ke dasar telaga. Semantara dari kajian ilmiah, telaga ini merupakan kawah gunung berapi yang mengandung belerang. Akibatnya, bila air telaga terkena sinar matahari akan bias menjadi warna-warni yang sangat indah dan mempesona.






Selain telaga, di kawasan Dieng terdapat juga beberapa kawah. Kawah-kawah tersebut terbentuk dari letusan gunung-gunung yang mengelilingi tempat ini. Salah satunya kawah Sikidang/kijang, ntahmengapa diberi nama seperti itu, mungkin dulu banyak kijang hehe :D.

Kawah ini menyemburkan air dan lumpur panas serta mengeluarkan aroma yang tidak sedap. Bau tidak sedap itu berasal dari kandungan belerang yang ada didalamnya. Di sekitar kawah banyak lubang yang mengeluarkan air mendidih berwarna jernih, sehingga kita harus berhati-hati jika melintasi jalanan menuju kawah. Selain Kawah Sikidang, ada juga Kawah Candradimuka, dan kawah Sileri, yang letaknya tidak jauh. 


Selain telaga dan kawah, di sini kita juga bisa mengunjungi candi. Di dataran tinggi dieng, ada komplek berisikan empat candi, yaitu Candi Gatotkaca, Arjuna, Setiaki, dan Balaikambing. Candi-candi yang tersebar di kawasan ini bercorak Hindu. 
Sebaiknya jika ingin berkunjung ke dieng, datanglah sebelum matahari terbit. Karena kita bisa melihat sunrise dari balik dataran tinggi pegunungan. karena bila melihat dari balik sana sunrisenya sangatlah indah dan cantik. kitapun akan ditemani cuaca yang sejuk. 





Tak terasa perjalanan saya ke pegunungan dieng cukup melelahkan. dinginnya cukup melelahkan hehehhe. sayang, dari perjalanan ini saya melewatkan Golden sunrise dan silver sunrise karena kita harus standby di balik bukit pegunungan dieng jam 3 pagi. jam segitu saya masih dialam mimipi hihihiihii. semoga dilain waktu bisa melihatnya. amin ^.^
oia, selama saya berada di dieng dan kota wonosobo, setiap makan pasti selalu ditemani dengan yg namanya mie ongklok. seperti mie biasa sih, bedanya hanya dicara penyajian dan tentunya BUMUBU yang khas. nyamiii deh >.<






Dieng, Wonosobo. 


---Me---