R.I.N.D.U
fuuuuuuuuuuhhh *hembusan nafas yang panjang*
-----------
disini ada perasaan yang sangat menyayat setiap kali menatap selembar demi selembar foto-foto itu dan ada pula perasaan terpenggal. terpenggal satu demi satu.
apa yang aku rasakan hanya sekedar rasa rindu yang tidak bisa diungkapkan, direalisasikan, bahkan hanya untuk memegangnya. tidak bisa.
aku rindu bercengkrama, aku rindu bernyanyi bersama, aku rindu berkeliling kota dengan kerlip lampu malam yang indah, aku rindu canda dan ceritanya. aku rindu
tawanya kini perlahan-lahan mulai lenyap dari ingatanku, tidak hanya itu wujudnya pun sulit kugapai, mesti kugali, kutelusuri, itu pun belum tentu kudapati dan kutemui seperti waktu itu... yah seperti waktu itu. sampai kapan harus menunggu semua kembali (sulit rasanya).
seperti malam ini yang sepi, ntah mengapa rindu pada semua itu..
seperti air yang mengalir terlampau deras. mungkin deras sekali. bahkan derasnya bila disentuh membuat kulit ini perih terhempas.. tembok kokoh pun (mungkin) tak mampu mengalahkan derasnya air.
terlalu besar. terlalu kencang. terlalu kuat. terlalu banyak. terlalu sakit. terlalu deras, hingga menggenangi.
menggenangi sampai banjir dan membuat terhanyut.
yah.. aku tidak boleh sampai terbawa arus derasnya air ini.
sesakit apapun air ini, sekuat apapun, sederas apapun, dan sekencang apapun.. aku tidak boleh terbawa!!
aku harus bergegas membenahi ini. pasti aku benahi. aku janji.
janji pada diriku.
---------- end---------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar