Menurut gw, harusnya rubah rahang bukan
malah dipertemukan pada BEHEL. Iya, dipertemukan sama si BEHEL. Dan ini yang akan gw
ceritakan, di mana gw menggunakan behel yang amat sangat
mengganggu. GANGGU BANGET. Apalagi tahun 2000an behel belum setenar
dan sehits sekarang. Jadilah bahan cengan temen-temen di sekolah dan
tempat les. Saat itu gw duduk di bangku kelas 2 SMP.
Risih dan menyiksa itu sudah pasti.
PASTI sekali. Belum lagi pas di sekolah diledikin betty lapea :))))).
Intinya mah kudu dijalanin karena sudah terpasang dan tidak bisa
dilepas seenaknya. Karena PERMANENT gitu. Hari demi hari, bulan demi
bulan, dan tahun demi tahun hingga menginjak TIGA tahun saya
menggunakan behel namun hasilnya tidak begitu memuaskan seperti apa
yang dijanjikan si Dokter. Dulu saya ke dokter Gigi Sat*** di
Pamulang. Deket rumah tapi ngga recommended.
Karena tidak ada hasil yang begitu
amazing. Akhirnya pun gw memutuskan untuk dicopot dan alhamdullilah
mama mengijinkan.
Yeaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahh
AKHIRNYAAAAAAAAAAAAAAAAAA COPOT BEHEL JUGA SETELAH 3 TAHUN. *Joget
joget koprol*
“Ngga
peduli bentuk muka masih sama aja kaya dulu, yang penting copot,”
pikir gw dulu sangking senengnya. HAHAHAHAHA.
- - -
SEMINGGU KEMUDIAN - - -
TADAAAAAAAA!!!
Gw sangat merasa aneh seaneh-anehnya
sama mulut sendiri. Terasa ada yang hilang. *Tshaaaaaa.
Galau antara pasang lagi atau ngga.
*toyorpalasendiri*
Ngobrol sama mama untuk memutuskan
pasang lagi dan mama pun ngga keberatan. Yaiyalah, wong dia maunya
gigi gw dipager. Kalo bisa ngga usah dilepas-lepas mungkin. Haha.
Ngga lama gw sama nyokap langsung konsultasi ke dokter langganan mama
di RSPP, dan dan dan, saya pasang behel lagi. JIAKAKAKAKAKAKAKAK.
Inilah yang namanya menjilat ludah sendiri. Huuhuhuhuhu.
Tapi sebelum pasang behel lagi, Dokter
Azrial ini, berbeda dengan dokter sebelumnya, ia menyarankan gw untuk
langsung operasi rahang. Karena masalahnya ada di rahang dan bukan di
gigi (sebetulnya). Tuing tuing tuing tuing, jadi inget kata-kata gw
dulu ke nyokap. Yang salah itu rahang dan bukan gigi. Hmmm... karena
harga operasi rahang saat itu mencapai 30jutaan, alhasil tetap
memutuskan untuk menggunakan behel saja. Padahal kalo dipikir-pikir
nominalnya sama saja. Dulu pasang behel nyaris 10juta, di tahun 2003.
Belom lagi kalo kontrol-kontrolnya. Yah sama ajalah akhirnya
*nangisdarah*
- - - 9 Tahun Kemudian (Nyaris 10 tahun
kemudian sih) - - -
Suka duka berbehel itu banyak banget.
Dukanya mulai dari makan yang susah, gigi berasa ditarik-tariklah,
jalan-jalan ke kanan ke kirilah, sariawan yang nyaris tiap hari,
bahkan ngomong yang pabaletot (kaya blepotan). Biaya perawatannya pun
tidak murah dan tidak simple.
Nah kalo sukanya sih standarlah yah,
pertama karena bisa liat gigi yang dibehel warna warni berbentuk yang
lucu unyu-unyu gitu. Kaya micky mouse, telur, segitiga, kotak-kotak,
dll. Senyum pun kata mamake makin manis *terbangmelayangsetinggiawan*
hahahah. Dan yang pasti giginya makin rapi dan rahang ngga begitu
kelihatan cameh. Lebih mendingan hasilnya. WOW bangetlah. Yaiya,
secara 4 gigi sekaligus dicabut wkwkwkkwkwwk....
Banyak orang bilang, ngga bosen apa
pake behel bertahun-tahun (padahal standarnya cuma 3th)? Dengan tegas
gw bilang NGGA. Klo bisa dipake terus ahhahahahah.
Sampai suatu ketika, kejadian memalukan
menimpa si gigi ini. Waktu itu lagi sarapan di bubur FAY (JATINANGOR)
kegigit tulang ayam lunaknya, lunak lho, LUNAK. Eh si gigi depan
tiba-tiba patah nyaris setengah ukuran gigi. Bo yak bo, itu nyebelin
banget pake bingit *nangis*
Bergegas dengan cepat tanpa basa basi,
gw pergi ke dokter gigi di Borrromeus untuk memperbaiki gigi yang
patah. Sedih banget sih liat gigi sampe patah gitu gara-gara
kesalahan gw sendiri. KELAMAAN PAKE BEHEL :((((((((
Bulan depan dari kejadian itu, gw pun
memutuskan untuk lepas behel secepatnya. Tepat Hari Senin 16 November
2009.
Dia yang selalu menemani senyum dan tawa.
Dia yang bisa dibilang menjadi soulmate.
Dia yang selalu membuat senyum termanis.
Dia yang selalu membuat gigi seraya bergerak, berjalan ke kanan dan ke kiri.
Dia juga telah merusak beberapa gigi.
Dia pasti selalu dirindukan.
Dia pernah ada dan tidak akan kembali lagi.
Dia tidak akan lagi mengisi tawa dan senyum.
Tapi untuknya gw ucapin terima kasih.
Terima kasih untuk hampir sepuluh tahun bersama... ^^
Dia yang selalu menemani senyum dan tawa.
Dia yang bisa dibilang menjadi soulmate.
Dia yang selalu membuat senyum termanis.
Dia yang selalu membuat gigi seraya bergerak, berjalan ke kanan dan ke kiri.
Dia juga telah merusak beberapa gigi.
Dia pasti selalu dirindukan.
Dia pernah ada dan tidak akan kembali lagi.
Dia tidak akan lagi mengisi tawa dan senyum.
Tapi untuknya gw ucapin terima kasih.
Terima kasih untuk hampir sepuluh tahun bersama... ^^
September 2009

Tidak ada komentar:
Posting Komentar