Senin, 30 November 2009

Hampir Sepuluh Tahun

Pada tahun 2000 awal, gw lupa bulan berapanya, kali pertama dipertemukan olehnya. pertemuan itu terjadi karena desakan mama yang melihat bentuk muka gw lambat laun berubah kebentuk kurang normal alias rada cameh. Mama mengira bentuk muka berubah akibat gigi yang bergeser dampak dari pola makan yang terlalu keras, padahal sebenarnya masalah bukan pada gigi tapi ada pada rahang, menurut gw. Karena sebenernya cameh itu dimana kondisi rahang bawah terlihat lebih menonjol dibanding dengan rahang atas dan gigi mengikutinya. Bukan cameh karena gigi bawah maju. 

Menurut gw, harusnya rubah rahang bukan malah dipertemukan pada BEHEL. Iya, dipertemukan sama si BEHEL. Dan ini yang akan gw ceritakan, di mana gw menggunakan behel yang amat sangat mengganggu. GANGGU BANGET. Apalagi tahun 2000an behel belum setenar dan sehits sekarang. Jadilah bahan cengan temen-temen di sekolah dan tempat les. Saat itu gw duduk di bangku kelas 2 SMP.

Risih dan menyiksa itu sudah pasti. PASTI sekali. Belum lagi pas di sekolah diledikin betty lapea :))))). Intinya mah kudu dijalanin karena sudah terpasang dan tidak bisa dilepas seenaknya. Karena PERMANENT gitu. Hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun hingga menginjak TIGA tahun saya menggunakan behel namun hasilnya tidak begitu memuaskan seperti apa yang dijanjikan si Dokter. Dulu saya ke dokter Gigi Sat*** di Pamulang. Deket rumah tapi ngga recommended.

Karena tidak ada hasil yang begitu amazing. Akhirnya pun gw memutuskan untuk dicopot dan alhamdullilah mama mengijinkan.
Yeaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahh AKHIRNYAAAAAAAAAAAAAAAAAA COPOT BEHEL JUGA SETELAH 3 TAHUN. *Joget joget koprol*

“Ngga peduli bentuk muka masih sama aja kaya dulu, yang penting copot,” pikir gw dulu sangking senengnya. HAHAHAHAHA.


- - - SEMINGGU KEMUDIAN - - -


TADAAAAAAAA!!!
Gw sangat merasa aneh seaneh-anehnya sama mulut sendiri. Terasa ada yang hilang. *Tshaaaaaa.
Galau antara pasang lagi atau ngga. *toyorpalasendiri*

Ngobrol sama mama untuk memutuskan pasang lagi dan mama pun ngga keberatan. Yaiyalah, wong dia maunya gigi gw dipager. Kalo bisa ngga usah dilepas-lepas mungkin. Haha. Ngga lama gw sama nyokap langsung konsultasi ke dokter langganan mama di RSPP, dan dan dan, saya pasang behel lagi. JIAKAKAKAKAKAKAKAK. Inilah yang namanya menjilat ludah sendiri. Huuhuhuhuhu.

Tapi sebelum pasang behel lagi, Dokter Azrial ini, berbeda dengan dokter sebelumnya, ia menyarankan gw untuk langsung operasi rahang. Karena masalahnya ada di rahang dan bukan di gigi (sebetulnya). Tuing tuing tuing tuing, jadi inget kata-kata gw dulu ke nyokap. Yang salah itu rahang dan bukan gigi. Hmmm... karena harga operasi rahang saat itu mencapai 30jutaan, alhasil tetap memutuskan untuk menggunakan behel saja. Padahal kalo dipikir-pikir nominalnya sama saja. Dulu pasang behel nyaris 10juta, di tahun 2003. Belom lagi kalo kontrol-kontrolnya. Yah sama ajalah akhirnya *nangisdarah*


- - - 9 Tahun Kemudian (Nyaris 10 tahun kemudian sih) - - -


Suka duka berbehel itu banyak banget. Dukanya mulai dari makan yang susah, gigi berasa ditarik-tariklah, jalan-jalan ke kanan ke kirilah, sariawan yang nyaris tiap hari, bahkan ngomong yang pabaletot (kaya blepotan). Biaya perawatannya pun tidak murah dan tidak simple.

Nah kalo sukanya sih standarlah yah, pertama karena bisa liat gigi yang dibehel warna warni berbentuk yang lucu unyu-unyu gitu. Kaya micky mouse, telur, segitiga, kotak-kotak, dll. Senyum pun kata mamake makin manis *terbangmelayangsetinggiawan* hahahah. Dan yang pasti giginya makin rapi dan rahang ngga begitu kelihatan cameh. Lebih mendingan hasilnya. WOW bangetlah. Yaiya, secara 4 gigi sekaligus dicabut wkwkwkkwkwwk....

Banyak orang bilang, ngga bosen apa pake behel bertahun-tahun (padahal standarnya cuma 3th)? Dengan tegas gw bilang NGGA. Klo bisa dipake terus ahhahahahah.

Sampai suatu ketika, kejadian memalukan menimpa si gigi ini. Waktu itu lagi sarapan di bubur FAY (JATINANGOR) kegigit tulang ayam lunaknya, lunak lho, LUNAK. Eh si gigi depan tiba-tiba patah nyaris setengah ukuran gigi. Bo yak bo, itu nyebelin banget pake bingit *nangis*

Bergegas dengan cepat tanpa basa basi, gw pergi ke dokter gigi di Borrromeus untuk memperbaiki gigi yang patah. Sedih banget sih liat gigi sampe patah gitu gara-gara kesalahan gw sendiri. KELAMAAN PAKE BEHEL :((((((((

Bulan depan dari kejadian itu, gw pun memutuskan untuk lepas behel secepatnya. Tepat Hari Senin 16 November 2009.

Dia yang selalu menemani senyum dan tawa. 
Dia yang bisa dibilang menjadi soulmate. 
Dia yang selalu membuat senyum termanis. 
Dia yang selalu membuat gigi seraya bergerak, berjalan ke kanan dan ke kiri. 
Dia juga telah merusak beberapa gigi. 
Dia pasti selalu dirindukan. 
Dia pernah ada dan tidak akan kembali lagi. 
Dia tidak akan lagi mengisi tawa dan senyum. 

Tapi untuknya gw ucapin terima kasih. 

Terima kasih untuk hampir sepuluh tahun bersama... ^^







September 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar